Web Juminten Pindah

Monggo: http://juminten.cahandong.org/

Iklan

Hoek di Juminten!

Buat fara bayudh yang fenasaran dengan makhluk buatan furwokerto ini, bisa merapat di Juminten minggu ini. Siapa lagi kalau bukan Hoek Soegirang! Hohohohoho!

Siafkan ferut lafar, siapa tau beliau membawa gethuk goreng atau cewek-cewek Unsoed yang jadi pelanggan warnet Hoek!

Akan tetafi, pada fergelaran istimewa ini sefertinya Sri Sultan masih menghitung uang gaji 7,5 juta perminggunya di Jancukarta. Dan Menkoful terfaksa tidak bisa ikut merafat karena ada tugas buruh ke fulau dewata.

Semoga Hoek fuas dijamu para jelata yang kebanyakan adalah fara bayudh!

Serenade

Aku ingin nyanyikan lagu
Buat orang orang yang tertindas
Hidup di alam bebas
Dengan jiwa yang terpapas

Serenade adalah sebuah lagu yang sering menjadi request para jelata saat pergelaran Juminten. Dinyanyikan oeh pengamen jalanan Malioboro. Peralatannya pun lengkap, mulai dari gitar akustik, kendang, sampai bass betot.

Adalah Iwan fals yang pertama mempopulerkan lagu ini. Saat itu Bang Iwan masih tergabung di KPJ (kelompok pengamen jalanan). Kemudian sempat di-remake oleh Steven & Coconut Treez si pelantun “Welcome to My Paradise” dengan aroma reggae.

Penampilan bersahabat, serta ucapan khas “permintaan untuk pengakuan dosa” saat dia memutarkan topi mengambil sedikit uang dari para jelata sebagai timbal balik atas hiburan menarik ini.

Kenapa harus takut pada matahari ?
Kepalkan tangan dan halau setiap panasnya
Kenapa harus takut pada malam hari ?
Nyalakan api dalam hati usir segala kelamnya

Semoga lagu ini bukan cuma barisan lirik saja, semoga ada kedalaman pesan yang ditangkap oleh manusia-manusia ini bahwa di luar sana kaum tertindas masih menjadi bagian dari keseharian kita.

Cenil dan Klepon

Kenapa Cenil dan Klepon? Menu setengah wajib dalam pagelaran Juminten. Bisa dibeli di depan pasar Beringharjo dengan harga sangat merakyat, cukup dengan 100 untuk cenil dan 200 untuk klepon. Biasanya pukul delapan masih cukup banyak stok dagangannya. Di situ juga tersedia beberapa jajanan pasar lainnya. Dipadu dengan fanta merah bawaan Pepeng pastinya menu ini makin istimewa digemari para jelata.

Sumber : http://www.flickr.com/photos/sexychef/2270755860/

Sumber : http://www.flickr.com/photos/balitraveller/1017810113/

Penampakannya bisa dinikmati via gambar tersebut.
Pengen merasakan juga? tak ada salahnya berkunjung ke Juminten minggu ini.

Juminten Mendadak Serius?

Percayalah, ini bukan topik serius. Tapi ini topik penting, darurat dan urgent. Keseimbangan lingkungan yang sering diabaikan oleh para manusia-manusia modern rupanya membuat Pakde itu khawatir. Agar para keponakan tercinta bisa berlaku bijak dalam bertatalaku hidup di bumi ini, maka diadakanlah acara diskusi bebas menyoal isu-isu lingkungan.

Sebagaimana nama pembicara, Pakde Mbilung, maka acarapun bernama Mbilung. Mbahas Isu Lingkungan. jarang-jarang toh, nama acara kok sama dengan nama pembicara. Cuma di CahAndong yang ada beginian inih. Hwakakakak.

mbilung.jpg

Mau bergabung? gojek kere yang sedikit serius? datang ke Nol Kilometer Jogja, Jumat Malam. Tanggal 28 Maret 2008, muali pukul 19.30. Ada kacang rebus (beli sendiri), ada fanta merah (nunggu sedekahnya pepeng) dan tomat segar (nunggu janjinya gage).

Khawatir acara akan berjalan serius dan tegang? Percayalah kisanak! Tidak akan itu terjadi! pasti acaranya bakal amburadul dan acak-acakan. Hawahahahhahaaha. *dibakar pakde mbilung*

Mari berdoa bersama agar pembicaraan terbebas dari unsur saru dan jorok.

Demikian sekilat pemberitahuan, semoga bisa membantu sampeyan menjadwalkan agenda jumat mendatang.

Pitra Ketemu Juminten

pitra.jpg

Tanggal 21 Maret 2008, giliran Mas Pitra, orang hebat yang datang ke pestanya para jelata. Pengelola Media Ide Bajing Loncat yang terkenal kreatif itu, pernah pula memawancarai pemilik situs esek-esek paling ngetop (17tahun2.com) kegemaran Funkshit itu. Makasih ngobrol-ngobrolnya mas. Semoga betah, dan nanti bakal sering mampir ke juminten. Sukses terus untuk karirnya.

Selain Mas Pitra, ada pak Yahya Kurniawan. Si tukang insinyur yang penah menulis buku ini akhirnya menampakkan diri. Sebagaimana pembawaan di milis, pak Yahya ini juga asik diajak bercandaan. Kurang tau sih, kalau diajak berantem, langsung nyambung apa tidak 😛

Beliau langsung nyambung klop sama gaya kere para jelata. Jumat depan, ditunggu lagi ya pak! jangan lupa bawa sisa kuepengajiannya.

Pengamen Juminten

Teknologi memang sudah kebangetan meracuni hidup manusia. pengaruhnya bisa kita rasakan setiap hari.

Pengamen jalanan di acara Juminten pun tak mau diam saja. Bergerak! atau mati tergilas! begitu mungkin semoboyan mereka dalam mengamen. Tak hanya menjual suara cempreng, tapi juga pidato ngibul. Bagaimana tidak? pasca mereka pidato panjang kali lebar, mereka pun mempersembahkan lagu : “Bang, SMS Bang!”


Cari Juminten :

Iklan