Juminten

Jogja yang tak pernah mati, memberikan denyut harmoni kekeluargaan yang selalu eksis sepanjang waktu. CahAndong, sebuah komunitas bloger yang kere, menginisiasi perkumpulan wong kere untuk gojek kere di seputaran titik nol kilometer Jogjakarta.

Kenapa Juminten? Nama yang sangat jawa, menunjukkan identitas kebudayaan lokal yang patut dibanggakan. Permainan kata akhirnya mengurai paduan Jumat Midnite Tenguk-tenguk dari sebuah penggalan Juminten.

Siapapun sampeyan, boleh datang kemari. Setiap jumat malam, mulai jam 7 malam. Tidak diwajibkan membawa makanan, tapi dianjurkan untuk tidak merengek minta makan. :D Kalau semua sepakat lapar bersama, kita bisa berkomplot menyerbu salah satu warung makan yang tentunya menyediakan menu andalan wong kere.

Selengkapnya bisa menyimak di wiki laknat ini.

8 Tanggapan ke “Juminten”


  1. 1 Mr WordPress Maret 6, 2008 pukul 8:50 am

    Selamat yo, Dab! Pengen ki pisan2 dolan ning yojo, nongkrong karo Cah2 gemblung…

    ttd, Kang Matt

  2. 2 annots Maret 10, 2008 pukul 9:11 am

    “Kalau semua sepakat lapar bersama, kita bisa berkomplot menyerbu salah satu warung makan”

    Dan tak perlu malu-malu maenan HP kalo pas ndak bawa duit receh, bilang saja kepada tumbal malam itu.

  3. 3 leksa Maret 11, 2008 pukul 7:41 am

    weitss.. ada blog gojekan nya iki..

    Youtubenya masukin atuh, Kang Anto…

  4. 4 antobilang Maret 11, 2008 pukul 9:04 am

    sukseskan program Juminten 1000 tomat!

  5. 5 Effendi Maret 11, 2008 pukul 12:15 pm

    Aku mencapai KLIMAX!

    Update!

  6. 6 MaNongAn Maret 11, 2008 pukul 3:28 pm

    Saya ABSEN !!

    .::he509x::.

  7. 7 annots Maret 14, 2008 pukul 4:05 pm

    eh program 1000 tomat tuh, kita mburuh macul nanam sendiri apa tinggal petik di ladang?

  8. 8 bije April 6, 2008 pukul 6:05 am

    Wah seru seru! Beberapa Jumat yang akan datang saya gabung Dab! Makasih Mas Leksa udah ngenalin Juminten ke saya :)


Komentar ditutup.